PEMBEKALAN ORANGTUA – BAPTISAN BAYI

Paroki St. Andreas Sukaraja Bogor, Sabtu 20 July 2019. Orangtua memberi diri lewat kehadirannya.

Bapak ibu terkasih, menjadi orangtua adalah anugerah terindah dalam hidup semua pribadi. Orangtua memberkati anak lewat kehadirannya. Saat orangtua berada dirumah, beraktivitas bersama keluarga, terlibat langsung dalam tumbuh kembang anak serta bertumbuh bersama anak, saat itulah orangtua memberkati anak melalui kehadirannya. Pemberian diri orangtua menjadi kunci keberhasilan anak dalam melewati setiap proses tumbuh kembang anak.

Saat anak lahir, orangtua menjadi orang yang paling utama + paling penting + serta tempat bergantung anak 100%. Pada fase ini orangtua belajar menjadi pribadi yang 100% memberikan dirinya lewat aktivitas fisik dan emosi. Memberi asi, memandikan, mengganti popok, menimang bayi hingga tertidur, memahami arti tiap tangisan bayi & merespon dengan tepat, mengusap + membelai + dan mendekap, serta berdoa dan menenangkan bayi dengan berbicara + bernyanyi. Berbeda bulan bahkan tahun, kebutuhan anak akan makin berkembang & orangtua akan belajar hal hal baru dalam tiap pertambahan usia anak.

Fase perkembangan manusia dapat dibagi menjadi :
* 0 – 6 tahun : usia dini
* 7 – 12 tahun : pra-remaja
* 13 – 18 tahun : Remaja
Dilanjutkan dalam fase :
– Dewasa muda
– Dewasa madya
– Dewasa lanjut/lansia

Dalam tiap fase perkembangan, kebutuhan anak berbeda dan bertumbuh, demikian pula peran orangtua juga akan menyesuaikan. Dalam tiap fase ini, orangtua memberkati anak lewat kehadiran tubuh & cintanya. Orangtua mempunyai peran besar, yang utama dan pertama. Hal ini menyangkut keseluruhan hidup, dimana orangtua menjadi model secara holistik bagi anak & tidak pernah berhenti bertugas.

Menjadi orangtua Katolik adalah keputusan suci & bertanggung jawab.

Self donative parenting adalah jawaban atas pesan Tuhan yang tersampaikan dalam setiap fase perkembangan.
Iman Katolik berbicara dalam praktek hidup sehari-hari melalui cara kita berbicara, berinteraksi, mengajar, menerapkan disiplin, bergaul dengan siapa, bahkan lewat hal kecil dalam menjawab pertanyaan anak. Orangtua bersukacita karena bertugas mendampingi tumbuhnya anak-anak ke arah yang baik & dewasa melalui cara dan sikap hidup orangtua yang baik dan pantas dicontoh. Inilah hakekat pemberian diri yang utama. Dengan memberikan diri secara total, orangtua akan semakin menyerupai Allah penciptaNya.

Menumbuhkan Iman sejak dini
Membangun pengasuhan anak secara Katolik sejak dini dapat dimulai dengan cara-cara sederhana dengan melibatkan anak dalam kehidupan menggereja seperti ke gereja, berdoa, berelasi di lingkungan serta melalui aktivitas sehari-hari dirumah.

Berikut aktivitas yang dapat dilakukan orangtua bersama anak, untuk menumbuhkan iman anak sedari dini :
1. Mengalami secara dekat kebaikan Yesus dalam Ekaristi.
Tuhan turut bekerja dalam diri orangtua yang mengandalkan Dia. Jika kita membiarkan Yesus terlibat, maka Dia akan ikut membimbing anak-anak melalui kita, sehingga Yesus akan menjadi sahabat terbaik anak anak kita
2. Membentuk anak dengan menjadikan Gereka & Sakramen sebagai model
3. Mencintai Sabda Tuhan & pengetahuan.
4. Mempelajari Teologi Tubuh terkait dengan relasi antara orangtua & anak.
5. Mengerti akan kehendak Tuhan dalam diri anak & dalam tiap fase perkembangan anak.
6. Mematuhi Yesus Kristus
7. Menghormati kehidupan orang kudus.

Dengan menerapkan cinta kasih & ke-Katolik-an dalam kehidupan sehari-hari inilah cara terbaik menjadi orangtua.

Bapak ibu yang terkasih, ini adalah pengantar pembekalan baptisan bayi sekaligus panduan untuk memperkaya kita semua para orangtua dalam mendidik & membesarkan anak. Materi lebih dalam disampaikan dalam sesi pembekalan orangtua & wali baptis, dan kedepanny akan kami unggah dalam versi digital serta di publish di website paroki kita. Nantikan sharing “Parenting With Grace – Menjadi Orangtua Katolik” dalam tiap fase pekembangan, ditulisan berikutnya.

Terima kasih & Tuhan memberkati

Penulis
Yustina Wardhani
SKK St. Andreas Sukaraja Bogor.

Leave a Reply