PANGGILAN KELUARGA KRISTIANI DI ERA MILENIAL

Family Weekend Se-keuskupan Bogor, Villa Erema – Cisarua Puncak, Bogor 5 – 7 July 2019.

Sukacita keluarga Se-Keuskupan Bogor mewarnai acara Family Weekend yang baru saja selesai digelar di Vila Erema, Cisarua Puncak – Bogor dari Jumat 5 July sampai minggu 7 July 2019. Acara yang sarat muatan keluarga ini merupakan agenda tahunan Keuskupan melalui Komisi Keluarga.

Acara dibuka dengan Ekaristi Kudus yang dipersembahkan oleh Bapa Uskup dengan konselebran Romo Alfonsus Sutarno selalu Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Bogor.

Tiga hari bersama terasa singkat dan banyak sekali sukacita yang dirasakan peserta & panitia pelaksana.

Hari pertama Jumat 5 July 2019.
FWE dibuka dengan Ekaristi Kudus yang dipersembahkan oleh Bapa Uskup Paskalis Bruno Syukur OFM dengan konselebran Romo Alfonsus Sutarno. Umat begitu khidmat mengikuti misa pembukaan sekaligus misa jumat pertama.

Usai misa, dilanjutkan dengan foto bersama umat per paroki bersama Bapa Uskup & Romo. Kesempatan ini dimanfaatkan umat untuk mengukir moment kebersamaan dalam keluarga inti, keluarga se-paroki & keluarga se-keuskupan. Setelah seru berfoto bersama, peserta diajak makan malam bersama dengan menyantap hidangan sehat sederhana nan lezat. Setelah jeda 1 jam makan malam, acara keakraban digelar di ruang utama. Peserta diajak berinteraksi dgn semua peserta, tertawa bersama, lebih mengenal peserta lain & tentunya menjadi lebih akrab dengan kegiatan dinamika kelompok.

Sabtu 6 July 2019
Alunan musik & lagu lagu rohani pagi itu memanggil umat untuk mengikuti misa pagi. Dari lansia (atau kami biasa menyebut dengan Dewasa Lanjut) sampai BIA, hadir mengikuti misa pagi yang dipimpin oleh Romo Tarno.

Selesai menikmati siraman Rohani, peserta diajak menikmati sarapan jasmani di ruang makan besar bersama-sama seluruh peserta. Acara hari Sabtu merupakan inti dari weekend keluarga. Ada 3 sesi dimana semua peserta dibagi dalam kelompok BIA, OMK, Dewasa & orangtua, serta Dewasa Lanjut/lansia.

BIA diajak bermain & beraktivitas yang menyenangkan. Bernyanyi, melompat, mewarnai, belajar memakai baju sendiri, serta menuangkan keinginannya dengan menggambar. Ada yg menggambar situasi berenang bersama ayah, jalan – jalan ke korea, makan2 di restoran, bermain bersama ayah + adik, dll. BIA sangat asyik dengan kegiatannya selama 2 sesi & tidak ada yang rewel atau mencari mamanya.

OMK diajak berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan hal hal sederhana namun fundamental. Beberapa pertanyaan refleksi seperti : apa yang dulu bisa aku lakukan & sekarang tidak, apa yang dulu boleh aku lakukan & sekarang tidak, serta sebaliknya. Apa sifatku yang menonjol & dari siapa aku mewarisinya. Kemudian ada pertanyaan refleksi yang membawa OMK kepada penyadaran diri bahwa OMK membawa sifat + karakter orangtua, OMK semakin bertumbuh & orangtua menua, OMK aktif dengan kegiatan menggapai mimpi-mimpinya & orangtua mulai menurun aktivitasnya serta kesepian. Dua sesi refleksi membawa OMK menyadari bhw ada bagian dari diri ayah ibu dalam diri mereka, bahwa orangtua membutuhkan bantuan & keterlibatan mereka sekecil apapun, bahwa orangtua dengan segala upayanya ingin anak2nya berhasil. Semua ini OMK tuangkan dalam wall of dream & disharingkan disesi konsolidasi.

Dewasa (orangtua) diajak memahami kondisi saat ini dimana tantangan yang dihadapi anak-anaknya berbeda & lebih berat. Orangtua diajak untuk lebih dekat mengalami pergumulan anak anak milenial & mendukung dengan cara-cara yang anak mereka pahami. Tidak anti digitalisasi melainkan berjalan bersama modernisasi dengan mendayagunakan semua teknologi untuk membangun masa depan anak. Pada akhirnya orangtua diajak untuk semakin menjadi orangtua yang bijaksana di era milenial & senantiasa berjuang untuk kebaikan seluruh anggota keluarga.

Di sesi ketiga, BIA + OMK + orangtua di pertemukan dalam sesi konsolidasi. Mereka dipertemukan dalam satu titip pemahaman, tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah, melainkan semua pemikiran anak & orangtua bertemu dalam satu titik yang sama. Mereka saling memahami apa kekhawatiran & pergumulan anak anak mereka, juga kekhawatiran & pergumulan orangtua mereka. Mereka juga dipertunjukkan upaya BIA untuk menjadi makin mandiri & cara mereka mengungkapkan cinta kepada orangtua serta keinginan mereka untuk senantiasa dicintai. OMK menunjukkan hormat + cintanya kepada orangtua, memberikan komitment diri mereka untuk kebaikan masa depan mereka serta mengungkapkan cinta dengan cara mereka. Di akhir sesi konsolidasi, setiap keluarga membuat komitment bersama & diakhiri dengan touching yang sangat menyentuh. Mereka berpelukan, berciuman, menangis bahagia bersama dan tak henti2nya saling memandang penuh cinta.

Dewasa lanjut / lansia diajak untuk menikmati masa tua bahagia dengan menggali hal hal yang membuat mereka bahagia, membuang hal hal yang menjauhkan mereka dari rasa bahagia, meningkatkan keimanan serta diajak memahami tujuan hidup yang utama. Seluruh perjalanan hidup selama ini & dimana kita akan kembali dengan perasaan bahagia & sukacita.

Outbound
Sore hari setelah sesi materi yang padat dan dalam dgn muatan keluarga, seluruh peserta diajak menikmati keseruan dalam outbound di sekitar vila. Dari BIA sampai opa oma ikut dan aktif bermain. Kegiatan ini membangun kembali relasi antar anggota keluarga yang mungkin terkikis karena rutinitas, menghapus sekat sekat & menumbuhkan kembali relasi antar keluarga yang lebih hangat.

Malam minggu merupakan puncak acara FWE. Peserta diajak menikmati kegembiraan bersama dalam malam pentas seni. Semua paroki menampilkan persembahan terbaik, dari drama musical, komedi, vocal group, pertunjukan wushu, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan paroki kita menampilkan vocal group lengkap dari BIA sampai opaoma. Seluruh peserta mengikuti acara hingga selesai & semua bersukacita. Tobelo dan tarian tarian bersama membuat suasana makin riuh penuh gelak tawa.

Minggu 7 July 2019
Senam pagi menjadi pembuka hari dan membuat peserta makin semangat mengikuti jalan sehat disekitar vila sekaligus lomba foto keluarga. Permainan pohon & tupai membuat semua tergelak & terbahak bahak. Bagaimana bisa opa yg tadi jadi pohon, karena ada badai kemudian bisa berubah menjadi tupai. Semua peserta menikmati dan semua menjadi anak anak yang melonjak kegirangan, saling mencari teman serta tertawa gembira. Sungguh sukacita yang sederhana & nyata

Setelah sarapan pagi, acara dilanjutkan dgn Umat bertanya gembala menjawab. Sesi ini adalah sesi yang sangat berharga, dimana umat dan gembala tiada jarak dan boleh saling berinteraksi langsung. Selain umat menyampaikan pertanyaan kepada Bapa Uskup & Romo, terkait tantangan2 milenial yang mereka hadapi, Gembala pun mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada umat. Komunikasi timbal balik ini sungguh sarat nilai nilai gereja & umat benar benar merasakan bahwa mereka dicintai Gembala & Gembala merasa dicintai umatnya.

Sesi ini ditutup dgn misa penutup sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian acara FWE Keuskupan Bogor.

Tiga hari yang terasa singkat & penuh sukacita membawa testimoni yang berharga dari umat kita.

Keluarga Iwan + Wiwik
Mengikuti FWE sangat menyenangkan. Kami sekeluarga bisa berbagi pengalaman, mendapat berkat yg melimpah dari Romo Tarno dan Bapa Uskup. Kami pun mendapat inspirasi dari para pembicara yg berkompeten dan langsung dipraktekkan dengan anak2. Dan yg paling seru adalah games bersama seluruh seluruh peserta. Kami senang & anak2 juga happy.

Keluarga Jonitan + Rosa
Kami sekeluarga sudah mengikuti FWE 2 kali, tahun lalu dan tahun ini. Awal ikut FWE hanya ingin sempetin waktu utk liburan sekeluarga karena jarang liburan sekeluarga (biar kaya orang2 punya foto liburan keluarga.. hehehehe…). Biaya termasuk lumayan juga sih tapi kalau dihitung2 dibandingin sama ke taman safari sehari biayanya sama aja ya (untungnya bisa ditawar bayar tempo.. hehehehe…). Tahun ini sengaja kompor2in temen2 buat ikutan juga dan berhasiiilll..yeaayyyy… Jadinya tahun ini berasa makin seru. Panitianya top markotop deh buat acara ga ngebosenin. Maaantaaapp pokoeee… Semoga tahun depan bisa join lg dan makin banyak teman2 yang bisa ikut. Sukses FWE…Gbu all (Rosa Joni Deo Dwen)

Keluarga Ery + Vony
Suatu kebahagiaan bagi kami dapat mengikuti Family Weekend 2019, yang diadakan di Wisma Erema Cisarua Bogor dengan Tema : “Panggilan Keluarga Kristiani di Era Milenial”. Selain kami menghabiskan waktu libur sekolah bersama dengan keluarga, kami juga mendapat sharing & ilmu yang berharga bagaimana kami sebagai keluarga kecil dapat ikut berperan serta dalam hidup panggilan menggereja. Sharing, games & motivasi dari beberapa sumber menambah kebahagiaan dan kebersamaan kami dalam satu keluarga. Lebih dari itu, kami diperkaya dengan pengalaman-pengalaman Ibu St. Monika yang selalu setia sampai akhir hidup mendampingi pasangannya masing-masing.

Keluarga Wanto + Beby
Pengalaman kami mengikuti FWE sangat baik dan luar biasa karena menambah dan membuka wawasan kami tentang parenting serta pemahaman akan mendidik anak2 kami menjadi lebih baik..serta membuat anak2 kami mengenal teman2 sebaya yang seiman, mengajarkan mereka untuk tampil lebih berani di depan banyak orang, dan yang pasti mereka sangat bersukacita dengan games2 yang membuat mereka sangat antusias..saran kami untuk FWE selanjutnya, diadakan games yg kelompoknya keluarganya sendiri terima kasih

Keluarga Frans + Katarina
Kami berdua baru kali ini ikut cara Family Weekend yang diadakan oleh Keuskupan Bogor. Acara tahun 2019 memiliki tema Panggilan Keluarga Kristiani di Era Millenial. Banyak ilmu psikologis yang diberikan mengenai topik ini untuk membekali keluarga dalam menyikapi perubahan jaman ini dengan efektif, pembicara dari para pakar psikologi sampai rohaniawan. Panitia pasti sudah berusaha keras untuk memastikan tema ini dapat tersampaikan dengan cara yang semenarik mungkin. Bravo untuk panitia! Bapak Uskup dan Romo Tarno juga begitu menaruh perhatian yang besar terkait pertumbuhan keluarga di jaman ini, bahkan ada sesi umat bertanya dan gembala menjawab yang menurut kami sangat menarik. Pertanyaan pun berkembang luas karena range usia yg lebar dari para pesertanya, bahkan sampai pada topik terkait kematian.

Mungkin kalau boleh kami memberikan masukan untuk acara tahun selanjutnya. Pertama adalah mengenai kepadatan acara, mungkin perlu dipertimbangkan usia peserta dengan waktu istirahat yg cukup. Kedua adalah perlu balance antara kekuatan know how dan kekuatan doa dalam keluarga untuk menghadapi era millenial ini. Kami rasa banyak dari kita umat katolik kurang mengerti cara berdoa yang efektif. Kami berdua pernah menonton suatu film keluarga berjudul “war room”. Di sana kami disadarkan betapi penting kita melakukan doa dengan cara yang benar. Betapa kekuatan doa mengubah semua hal dengan sendirinya. Mungkin doa membantu kita fokus pada goal sehingga dengan sendirinya kita akan melakukan usaha yg tepat agar bisa mencapainya. Bayangkan kekuatan doa plus ilmu, dahsyat sekali pastinya manfaatnya untuk keluarga kristiani bertumbuh dalam jaman yang sangat berbeda ini.

Terima kasih & Tuhan memberkati.

Penulis
Yustina Wardhani

Leave a Reply