Bright 2019: Orang Muda Diutus

[CIKANYERE]

Orang Muda Katolik (OMK) merupakan sebuah generasi dalam tahapan menggereja, yang diyakini sebagai poros dan penopang gereja masa kini dan masa yang akan datang. Orang muda sendiri identik dengan pribadi yang penuh semangat, serba cepat dan dinamis. Banyak tantangan juga harapan yang diberikan kepada OMK seturut dengan perkembangan gereja masa kini.

Pada masa sekarang OMK kerap kali dipandang sebagai generasi yang kurang bergairah, lantaran banyak dari antara mereka yang tenggelam dalam kemajuan teknologi khususnya pada alat komunikasi, kurangnya kesadaran akan berdinamika bersama dan pengaruh globalisasi lainnya. Sehingga banyak umat yang beranggapan bahwa kaum muda mulai kehilangan jati diri iman katoliknya.

Namun kali ini sisi pandang tersebut dapat dipatahkan dengan diadakannya acara Bina Rohani dan Sinode Generasi Harapan Tuhan atau yang biasa dikenal dengan BRIGHT. Acara yang diadakan oleh Komisi Kepemudaan (Komkep) Keuskupan Bogor ini mengambil tema ‘Allah Memanggil dan Mengutusmu’ hendak menanggapi kebutuhan hidup beriman kaum muda sebagai poros gereja masa kini, agar orang muda dapat mengembalikan citra hidup iman Katolik, sehingga orang muda merasa bangga akan kekatolikannya, menjadi pribadi yang lebih energik, dinamis, peka dan toleran.

Acara yang diadakan 3 hari 2 malam, dengan jumlah peserta sekitar 700 orang muda Keuskupan Bogor dan berlokasi di Lembah Karmel, Cikanyere ini dibuka dengan misa yang dipimpin langsung oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur dengan konselebran Ketua Komkep Keuskupan Bogor RD Robertus Ari Priyanto, dan RP Klimakus CSE. Dalam khotbahnya Bapak Uskup berpesan bahwa “Orang muda itu berharga, maka Tuhan telah memanggil dan memilih saudara sekalian untuk diutusnya menyebarkan suka cita bagi sesama. Harapan Bapak Paus bagi kaum mudan tentunya sama dengan harapan Uskup bagi kaum muda, selaku gereja masa kini dan masa yang akan datang.”

Pada kesempatan kali ini, materi yang diberikan bagi para peserta disampaikan oleh pastor, frater, dan suster CSE. Adapun materi yang disampaikan antara lain adalah aku bertumbuh dalam cinta kasih, aku mengenal imanku, aku dibimbing Allah, berani melawan setan, dan aku ada di dunia. Selain itu peserta juga diajak untuk memperbaharui imannya dengan Pertobatan dan Pencurahan Roh Kudus.

Pada hari terakhir diselenggarakan Hari Budaya, dimana para peserta yang telah terbagi menjadi beberapa kelompok berdasar Wisma, menampilkan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia seperti, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Flores, dan masih banyak lagi. Acara BRIGHT ditutup dengan perayaan ekaristi yang dipersembahkan oleh Vikaris Jendral Keuskupan Bogor RD Paulus Haruna dengan konselebran beberapa imam Keuskupan Bogor.

BRIGHT 2019 mengingatkan lagi para kaum muda, bahwa Tuhan yang telah memilih dan mengutus dalam pelayanan tidak akan membiarkan orang muda bergerak sendiri. Tetapi Dia sendiri yang akan menyertai dan membantu dalam memenuhi tantangan dalam panggilan pelayanan tersebut. Tugas kaum muda hanyalah menerima dan menanggapi panggilan tersebut agar kuasa Tuhan bekerja dalam diri masing-masing.
Semoga ke depan, citra OMK tidak lagi identik dengan generasi milenial yang hanya mengenal kesenangan jasmaniah belaka. Melainkan tercerminlah ciri pengikut Kristus yang penuh sukacita, kreatif dan menjadi terang bagi sesama.
BRIGHT 2019!! PLEASE BE MY BRIGHT!!

Bogor, 11 Juli 2019
_Gege_

Leave a Reply