Diperanakkan, Bukan Dibuat

Pandangan Katolik Mengenai Teknologi Reproduksi (5)

NTERVENSI YANG DAPAT DITERIMA SECARA MORAL UNTUK MENGATASI KETIDAKSUBURAN
Sejumlah intervensi yang diperkenankan secara moral dapat dipergunakan untuk mengatasi ketidaksuburan. Sebagai contoh, operasi dapat dilakukan untuk mengatasi penyumbatan tuba dalam sistem reproduksi pria atau wanita, yang menghalangi terjadinya pembuahan. Obat-obatan fertilitas juga dapat dipergunakan, dengan peringatan bahwa kehamilan kembar banyak dapat membahayakan ibu dan bayinya. Ada pula banyak cara mengenali ritme reproduksi alami demi memperpesar kemungkinan terjadinya kehamilan. Institut Paus Paulus VI di Creighton University di Omaha, Nebraska telah berhasil dalam membantu pasangan-pasangan mengatasi ketidaksuburan dengan mempergunakan metoda-metoda alami.
Sebagian besar teolog menganggap prosedur yang dikenal sebagai LTOT, atau Lower Tubal Ovum Transfer, secara moral diperkenankan. LTOT menyangkut memindahkan telur istri melewati penyumbatan dalam tuba fallopi (saluran telur) sehingga tindakan perkawinan dapat menghasilkan kehamilan. Metoda lain, yang secara moral lebih kontroversial, disebut GIFT, atau Gamete Intra-Fallopian Transfer. GIFT menyangkut mendapatkan sperma suami dari tindakan perkawinan dan mengambil sebuah telur dari ovarium isteri. Telur dan sperma ditempatkan dalam suatu tabung kecil dengan dipisahkan oleh suatu gelembung udara, isi tabung kemudian disuntikkan ke dalam tuba fallopi isteri dengan harapan akan terjadi pembuahan. Sebagian teolog menganggap ini sebagai pengganti tindakan perkawinan, dan karenanya amoral. Sebagian teolog lainnya menganggap GIFT sebagai suatu cara dalam membantu tindakan perkawinan, dan karenanya diperkenankan. Karena otoritas mengajar Gereja – Paus dan para uskup – belum memberikan penilaian perihal GIFT, maka pasangan-pasangan Katolik bebas untuk memilih ataupun menolaknya sesuai dengan bimbingan hati nurani masing-masing. Tetapi apabila di kemudian hari otoritas mengajar Gereja menilai prosedur ini sebagai amoral, GIFT hendaknya tidak lagi dipergunakan.
Gereja menaruh belas kasih besar kepada mereka yang menderita ketidaksuburan. Namun demikian, demi kasih kepada segala hidup manusia dan hormat terhadap integritas hubungan perkawinan, Gereja mengajarkan bahwa sebagian sarana untuk mengupayakan terjadinya kehamilan adalah tidak licit. Sebagian dari sarana-sarana ini sesungguhnya mencakup pembinasaan hidup manusia yang tidak berdosa, atau memperlakukan hidup manusia sebagai sarana bagi suatu tujuan atau suatu “hasil produksi”. Sarana-sarana ini sungguh melanggar martabat pribadi manusia.
Di Amerika, kita memiliki kecenderungan untuk berpikir bahwa kita dapat mengatasi segala masalah dengan “teknologi” yang tepat. Tetapi, anak-anak tidak dihasilkan oleh teknologi atau diproduksi oleh suatu industri. Anak haruslah berasal dari tindakan kasih antara suami dan isteri, dalam kerjasama dengan Tuhan. Tak seorang manusia pun dapat “menciptakan” gambar dan citra Allah. Itulah sebabnya mengapa kita mengatakan bahwa manusia adalah “rekan kerjasama” Allah dalam penciptaan. Anak adalah buah dari tindakan kerjasama di antara suami, isteri, dan Tuhan Sendiri. Sebagai kesimpulan akhir, anak-anak seharusnyalah diperanakkan, bukan dibuat. (SELESAI)

Leave a Reply